Kamis, 26 Januari 2017

Catatan Perjalanan Sidamanik - Parapat - Samosir Part 1

Tags

“Branda” begitulah sebutan tempat yang biasa ditongkrongin oleh kami-kami mahasiswa di kampus ini. Seperti umumnya di tempat ini kami duduk, makan, minum, kadang ngerjain tugas, kadang numpang colokan, ya gitulah.

Saat itu aku lagi di injury time nya semester 5, jadi waktu itu aku lagi nongkrong di branda sama kawan-kawan seperkuliahan supaya gak dianggap mahasiswa yang kupu-kupu kali aja, hahaha.
Panjang lebar kami kombur-kombur disitu, dan singkat cerita kami berencana untuk jalan-jalan selesai UAS nanti. Semester lalu kami pernah merencanakan untuk berlibur ke Sabang, Aceh. Namun, belum bisa terealisasi karena masalah budget. Dan akhirnya, kami memilih untuk pergi ke Danau Toba (lagi). Padahal liburan semester lalu kami kesitu juga. Tapi kali ini agak berbeda, kami berencana untuk menyebrang ke Samosir dan kembali via Tele, Sidikalang.

Oke langsung saja,
Akhirnya UAS berakhir, dan kami memutuskan untuk berangkat di hari Rabu 18/01. Tentunya dengan budget yang pas pasan kami kutip per orangnya 300rb. Kami pergi bertujuh, Aku, Dwiky, Dega, Wira, Riski, Ibal dan Supri dengan merental satu unit Avanza untuk kami pakai selama dua hari. Kami pergi jam 3 pagi, ngumpul dirumahku di daerah Tanjung Mulia supaya gampang akses masuk tol.

Rute yang kami tempuh di hari pertama
Medan - Tg.Morawa - Tebing Tinggi - Siantar - Sidamanik - Simarjarunjung - Parapat - Tuktuk

Hari Selasa malam, semua dari kami sudah berkumpul dirumahku kecuali ibal yang harus kami jemput besok pagi sekalian berangkat karena dia harus bantuin orang tuanya jualan dulu.
Malam itu kami persiapkan segala yang perlu dipersiapkan. Mobil sudah diperiksa semua kelengkapanya, tekanan angin, bensin, dll. Kemudian kami masuk ke sebuah swalayan untuk membeli stok air mineral untuk persediaan dan cemilan cemilan kecil.
Menunggu jam 3 pagi untuk berangkat, kami mencoba tidur (tidur - tidur ayam kata orang sih) dan akhirnya jam 2 pagi kami bangun untuk prepare, packing dan sekedar bersih bersih.

BERANGKAT!!!
Jam 3 tepat kami berangkat, dari rumahku langsung masuk ke gerbang tol Tg. Mulia, seharusnya langsung keluar di gerbang tol Tg.Morawa, karena harus menjemput Ibal kami keluar di gerbang tol Bandar Selamat untuk menjemput Ibal dirumahnya disekitaran Jalan Bromo. Kami lanjutkan perjalanan dari Rumah Ibal menuju gerbang tol Amplas dan keluar di Tg.Morawa.
Kutancap gas ditemani lagu lagu yang udah kusiapin dlm flashdisk, karena jalan lintas Medan - Tebing yang cukup ramai, alhasil mobil hanya bisa kupacu 40-70 kpj. Azan Shubuh sekitar jam setengah 6 pagi memberhentikan kami di sebuah masjid di daerah Tebing Tinggi untuk menunaikan Sholat. Kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju Pematang Siantar. Matahari belum begitu berani keluar dari sarangnya, kami sudah disambut oleh Gapura selamat datang di kota Pematang siantar. Aku pelankan kecepatan mobil dengan sengaja supaya kami bisa menikmati paginya kota Siantar.
Langit mulai cerah, jalanan mulai diramaikan oleh lalu lalang orang siantar yang beraktivitas, ada yang ke pajak eh pasar :v ada yang ke kantor, dan yang paling banyak anak sekolah.
Jam menunjukan pukul 7, kami masih di siantar, dan lambung sudah mengisyaratkan untuk diisi. Dan kami memutuskan untuk sarapan di warung lontong di Jalan gereja Siantar depan Bundaran. Warung Lontong yang sama saat kami berlibur ke danau toba Semester lalu. Harga dan rasanya lumayan murah dan enak dan yang pasti halal.

LANJUT!!
Selesai isi perut, aku arahkan setir menuju Sidamanik, di Sidamanik ada beberapa tempat wisata alam yang lumayan epic yang bisa disinggahi. Bagi yang belum pernah dan belum tau arah ke sidamanik, dari siantar bisa ambil arah menuju Parapat, Belum jauh meninggalkan kota ada Persimpangan yang ada SPBUnya, nah yang arah ke kanan adalah arah ke Sidamanik.
Tempat wisata yang pertama yang kami singgahi di sidamanik adalah AEK MANIK ,semacam sungai tapi hulunya, airnya jernih langsung dari mata airnya.
untuk mencapai kesini, ambil jalan menuju kebun teh sidamanik, sebelum sampai di kebun teh, jalan membesar dua arah dipisah oleh separator, masuk gang di sebelah kanan yang didepannya ada semacam lapangan gitu.

memang agak sulit akses kesini karena selain memang jalannya kecil, juga petunjuk jalan yang kurang dan hampir tidak ada. Setelah masuk gang kecil itu, ada pertigaan, ambil kearah kanan, kemudian ada pertigaan lagi ambil arah kiri. Nah udah nyampe di tempat parkirnya. Tenang aja, mobil bisa masuk kok, ada tempat parkirnya juga yang lumayan lah. Dari tempat parkir itu kita harus menuruni sedikit anak tangga untuk mencapai ke lokasinya.
Untuk biaya masuknya Rp5000/orang dan parkir mobil Rp15000.

LANJUT...
sekitar jam 10 pagi kami lanjutkan perjalanan menuju kebun teh sidamanik. Kebun teh disini lumayan luas. Kami kesini sekedar untuk foto - foto. Liburan semester lalu kami juga kesini, jadi kesannya udah biasa aja. Sekedar numpang lewat, karena kami berencana lewat jalan ini untuk menuju danau toba melewati simarjarunjung untuk mencari suasana baru.


Sebenarnya di Sidamanik ada satu lagi tempat wisata yang biasa disinggahi wisatawan bila ke sidamanik, yaitu Air Terjun Bah Biak, karena semester lalu kami sudah pernah kesana dan air terjunnya terkesan biasa saja karena gak terlalu besar, jadi kami memutuskan untuk tidak singgah dan langsung melanjutkan perjalanan menuju Parapat, Danau Toba. Jalan ke Parapat dari jalur ini pemandangannya lumayan. Sepanjang jalan kanan kiri perkebunan teh hingga ketemu persimpangan jalan lintas Parapat - simarjarunjung. Mulai masuk jalan lintas simarjarunjung pemandangan makin indah lagi karena sepanjang perjalanan disamping kami tampak danau toba yang membentang luas ditambah panorama Tanjung Unta yang kereeen, tapi kami hanya lewat saja, tidak singgah jadi tidak ada foto disini.

Oke Lanjut lagi...
Jam 12 siang, kami tiba di Parapat, kota dimana konsentrasi wisatawan yang ingin ke danau toba. Sebenernya kalau Parapat ini, kami sudah sering, jadi biasa saja, dan karena di Parapat ini biasa - biasa saja pemandangannya, karena danau toba itu lebih cantik kalau dilihat dari atas, dari kejauhan. Di parapat ini banyak akomodasi dan tempat belanja oleh-oleh, wajar orang rame kesini.
 Tapi kali ini ada yang berbeda di Parapat, ada semacam monumen yang kekinian yang bertuliskan " I love Danau toba". Monumen ini belum lama dibangun, makanya kami merasa agak beda dengan Parapat. Monumen ini terletak di Pantai Bebas Parapat yang letaknya di pinggir Jalan Lintas Sumatera yang kalo kita lewat pasti kelihatan jelas ini monumen. Kami sempat mengabadikan beberapa foto di tempat ini.

Karena kami pergi di hari biasa makanya sepi dan enak buat foto - foto. Karena jam sudah masuk waktunya makan siang, kami mengisi perut kami di rumah makan di pinggir jalan didepan monumen ini. RM Gumarang namanya, tidak terlalu kami rekomendasikan makan disini, harganya kurang bersahabat untuk kita kita yang budgetnya tipis.

Lanjut lagi...
Kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju objek wisata air terjun yang jatuh langsung ke kolam renang, Bukit Gibeon namanya. Tapi sebelumnya kami menyempatkan untuk sholat di Mesjid di Parapat. Untuk ke Bukit Gibeon ini dari Parapat cukup ikuti jalan lintas menuju Balige, kira - kira 16KM dari Parapat ada Gapura selamat datang di sebelah kanan jalan, aksesnya cukup mudah, penunjuk arah yang jelas, tidak seperti di aek manik. Namun jalan masuk ke objek wisatanya lumayan jauh karena harus menuruni bukit, jalan lumayan terjal dan tidak terlalu lebar, tapi jalannya lumayan mulus dan tidak terlalu ramai, jadi oke oke aja.

Begitu sampai di lokasinya, wahhh kami tertegun biasa saja. ternyata tempatnya biasa saja. tak seheboh seperti foto orang orang yang lagi ramai kesini yang banyak kami lihat di instagram. Masuk ketempat ini 10rb/org dan parkir 5rb. Terdapat 3 buah kolam renang dan satu yang langsung dijatuhi oleh air terjun. Air terjunnya kecil sekedar mengalir di tebing gitu, dan kata internet sih air terjunnya itu buatan dari aliran sungai kecil diatas tebing dibelokkan ke kolam renang.
Kami telah mengeluarkan Rp75rb untuk masuk ke tempat ini, dan sesampainya di lokasi, tidak satupun dari kami yang mau turun dan menyentuh sedikit airnya. Disatu sisi tempatnya tidak begitu wahh, disisi lain kawan kawan ini pada ngantuk dan males untuk turun walaupun sekedar foto foto. karena dari tempat parkir ke kolamnya itu harus menuruni anak tangga lagi. Alhasil kami memutuskan untuk cabut dari tempat ini.


foto yang diambil, air terjunya ga kelihatan karena males turun kebawah, kalo mau tau googling aja "Bukit Gibeon" udah banyak kok yang kesana.

AJIBATA!!
Dari Bukit Gibeon tadi, kami putar arah balik lagi menuju Parapat karena kami akan menyebrang ke Samosir lewat sini. Karena kami datang di hari biasa, pedagang oleh - oleh, makanan, dll yang ada di Parapat terlihat sepi, sampai sampai tukang pengutip retribusi untuk masuk daerah wisatanya pun ga ada, jadinya kami masuk gratiss lahh, kan jadi enak hahaha
Gerbang masuk ke Parapat, tidak ada yang jaga, tidak ada pengutip retribusi, masuk aja,, GRATISSS!!!
Karena di Parapat sepi, kami cuma muter-muter sebentar aja disini dan langsung bergerak ke Pelabuhan Ferry. "Ajibata" nama pelabuhannya, aksesnya mudah dari Parapat tinggal ikutin papan penunjuk arah aja kok. Begitu sampai di Pelabuhan, ternyata kapal baru saja berangkat dan kami ketinggalan dan terpaksa menuggu kapal selanjutnya sekitar 3 jam lagi. Kapal selanjutnya berangkat jam 17.45 dan sekarang masih jam 14.30 . Karena aku yang berada dibalik setir dari medan sampe disini dan belum ada tidur, akhirnya kuputuskan untuk merecline jok mobil dan merebahkan badanku untuk melelapkan mata sejam dua jam lumayan menghilangkan kantuk yang kutahan selama perjalanan.
Sekira jam 5 sore, kapal mulai tampak dari kejauhan untuk merapat ke dermaga pelabuhan ini. Akupun langsung menuju loket untuk menebus tiket penyebrangan kami.
total Rp135rb yang kami keluarkan untuk menyebrang ke Tomok, Samosir.

Kapal telah merapat, mobil kami pun mengikut antrian untuk masuk ke kapal. Kapal ferry disini hanya memiliki satu buah pintu, makanya mobil harus masuk ke kapal dalam keadaan mundur supaya lebih mudah keluarnya nanti.


Langit mulai gelap dan kapalpun bersandar di Pelabuhan ferry Tomok. Satu persatu kendaraan diatas mulai keluar dan kembali menginjak daratan. Begitupun mobil kami. Matahari yang sudah masuk kembali kesarangnya membuat kami memutuskan untuk segera mencari hotel untuk istirahat. Langsung kuinjak pedal gas dan kuarahkan stirku menuju Tuktuk, konsentrasinya wisatawan di Pulau Samosir. Sebelum kami berangkat, aku sempat browsing untuk mencari referensi hotel di tuktuk, yang pasti murah, bersih, dan nyaman.

Aku hentikan laju mobil didepan Hotel Marysca, hotel yang ada di referensiku. Kusuruh Dwiky untuk turun dari mobil untuk mengecek ketersediaan, kondisi dan tentunya harga kamar. Dan akhirnya kami sepakat untuk menginap di hotel tersebut untuk satu malam. Kami tebus 2 buah kamar double bed dengan hot shower, tv berbayar, dan non ac dengan harga 350rb. Hotelnya terbilang bagus untuk yang low budget traveller kayak kami ini. Bersih sudah pasti, nyaman apalagi. Juga disediakan dapur untuk tamu yang ingin mengolah makanannya sendiri. Kebetulan disediakan dapur dan disini juga agak susah cari makanan yang muslim dan murah, akhirnya kami memutuskan untuk masak masak ala anak kos hahahhaha,, mie instan adalah penyelamat perut kami malam itu. Supri juru masak kami. Kami serahkan semua sama dia untuk masak, maklum dia anak kos, jadi udah hapal kali cara masak mi instan wkwkw.
Makan mie instan malam hari dengan cuaca dingin dengan pemandangan jalan dan danau di tuktuk dari balkon utama hotel terasa dingin dingin hangat gimana gitu hahaha, tapi ada yang kurang, karena mie instan tanpa nasi putih itu ada kurang kurangnya gitu... jadi kusuruh dega untuk pesan nasi putih dan teh manis hangat untuk menemani mie instan yang terlalu nekad sendiri ini hahaha.
Jarum jam mulai mengarah ke tengah malam, kami semua pun menghabiskan malam kami untuk tidur di hotel tersebut agar badan kembali segar untuk melanjutkan perjalan esok hari.
Bersambung....
NOTE:
Itinerary dan Budgeting akan aku bagikan di next post yaaaa


1 komentar so far


EmoticonEmoticon