Selasa, 07 Februari 2017

Catatan Perjalanan Sidamanik - Parapat - Samosir Part 2

Halo, welcome back to my blog...
ini lajutan dari postingan sebelumnya, bagi yang belum baca sebaiknya klik disini supaya bacanya enak aja hehe.
OKE langsung aja!
Jam 4 pagi aku terbangun karena panggilan alam hehe, langsung cuss ke kamar mandi dan Alhamdulillah hot shower nya masih hidup (pengalaman di beberapa hotel hot shower dibatasi pada jam tertentu). Nanggung fikirku, jadi sekalian aja aku mandi dan bersiap untuk sholat shubuh ( padahal lama lagi) hehe....
langit masih gelap, kawan - kawan pun belum satupun yang bangun, kubuka hpku dan kucari dan kuinstal aplikasi azan dan arah kiblat sekedar untuk petunjuk sholat disini (maklum disini tidak ada masjid).
Setelah sholat, mulai kubangunkan satu persatu dari kami untuk bergantian memakai kamar mandi agar kami tidak kesiangan untuk melanjutkan perjalanan kami. Sembari menunggu kawan kawan yang lagi bersih bersih, aku berjalan menuju balkon utama hotel ini, yang terlihat hanya awan gelap, cahaya lampu-lampu jalan.
Lanjut!!
Sekitar jam 8 pagi kami check out dari hotel. Sebelum meninggalkan hotel, Bapak si pemilik hotel dengan ramah menawarkan kami untuk berfoto memakai pakaian adat batak yang ada di toko souvenir miliknya. Beberapa dari kami menyempatkan diri untuk mencobanya.
Dega saat mencoba memakai pakaian adat batak

Selesai berfoto, kami lanjutkan perjalanan. Tujuan pertama kami hari ini adalah 'Pantai Pasir Putih Parbaba', kenapa disebut pantai pasir putih? mungkin ini merupakan tepian danau toba yang terbilang landai seperti pantai dan pasir yang bisa dibilang putih. Di perjalanan kami melewati perkampungan ambarita dimana ada situs 'Huta Siallagan' tempat wisata budaya sejarah batak yang sering disinggahi wisatawan. Namun , saat kami sampai disana mungkin masih terlalu pagi hingga belum ada yang berjaga dan kami memutuskan untuk tidak mampir dan melanjutkan perjalanan kami.

Sekitar 45 menit kami susuri jalan lingkar samosir di pinggiran danau toba ini, akhirnya tampak plang 'Pantai Pasir Putih Parbaba' disebelah kanan jalan. Langsung saja kubelokkan setirku. Masuk kedalamnya terdapat pos retribusi tiket masuk. Disitu tertulis Rp 2000/org, namun saat itu tidak ada petugas yang berjaga, hingga kami masuk aja tanpa bayar, mungkin lagi lagi karena kami pergi di weekdays. Kuparkirkan mobil tepat menghadap pantainya, terlihat tepian danau yang sangat landai, jauh sekali berbeda dengan tepian-tepian danau toba seperti di Parapat yang tepiannya saja bisa mencapai kedalaman 2-3 meter. Mungkin kalau kami datang di akhir pekan disini ramai pengunjung yang berenang atau sekedar bermain di tepiannya, karena tempatnya cocok buat sekedar berenang dan main air, apalagi untuk anak-anak karena tepiannya dangkal seperti pantai. Tapi kami tidak melihat satupun wisatawan selain kami di pantai itu, hahaha, lagi lagi karena weekdays sehingga pantai itu serasa pantai pribadi kami.

TELE
Tujuan kami berikutnya adalah 'Tele', tempat paling indah untuk melihat Danau Toba lebih luas lagi. Letaknya di puncak bukit di Jalan lintas Pangururan - Tele. Juga terdapat menara pandang yang bisa kita naiki untuk melihat keindahan danau toba dengan Pulau Samosir di tengahnya.
Ibal dengan gayanya
lambung darurat, belum sarapan sejak checkout dari hotel di tuktuk. untung ada pertolongan pertama pada kelaparan, Popmie hahaha
TELE - SIDIKALANG - KABANJAHE - BERASTAGI
itulah rute selanjutnya yang kami tempuh, jalan mulus dari sidikalang dan ada yang rusak di beberapa titik dan juga bekas longsoran yang belum diperbaiki. Jalan Sidikalang yang terkenal sempit untuk ukuran jalan lintas, sehingga di beberapa titik mobil harus turun beram bila berpapasan dengan truk. Aku pun heran juga terkadang jalan gunung kayak gini kokbisa masuk truk besar bahkan kemaren ada kontainer juga yang masuk. Beberapa kali kuturunkan mobil ini ke beram untuk menghindari tabrakan dengan truk dari arah yang berlawanan. Semoga kedepannya jalan lintas Sidikalang yang merupakan jalan lintas menuju Aceh via kutacane ini bisa diperbesar.
Sekitar pukul 13.00 kami tiba di Berastagi, langsung saja kuparkirkan mobil didepan rumah makan padang yang sudah lama perut kami rindukan ini. Setelah makan kami kembali masuk ke mobil, waktu itu sedang hujan, jam masih menunjukkan pukul 13.30, bila langsung kembali ke medan sepertinya terlalu cepat fikirku. Setelah berunding sama kawan-kawan, akhirnya sebelum kembali ke medan, dari berastagi kami memutuskan untuk singah di Pemandian Air Panas Sidebu-debu. Sebelum berangkat kami menyempatkan untuk membeli beberapa buah duren untuk dimakan di Pemandian air panas. Dan tak lupa juga kami singgah di Pasar Buah Berastagi untuk sekedar membeli buah untuk oleh-oleh.
Sekitar 15 menit dari Berastagi, kami tiba di Sidebu-debu, banyak sekali pilihan pemandian air panas yang dikelola swasta disini. Pilihan kami jatuh di Pemandian Air Panas Pariban, karena kami sudah sering kesitu dan menurut kami dari beberapa pemandian air panas yang ada di sidebu-debu, Pariban lah yang paling oke. Rp10000 perorangnya harga tiket untuk masuk kesini. Tempatnya bagus, ada beberapa kolam air panas dan satu kolam air biasa dengan seluncuran. Dengan latar belakang langsung Gunung Sibayak tanpa penghalang pandangan sedikitpun, taman yang tertata rapih dan terdapat kolam ikan berbentuk melingkar seperti aliran sungai kecil yang didalamnya terdapat ikan koi ukuran besar yang lumayan banyak jumlahnya yang juga menjadi daya tarik pengunjung bila berkunjung kesini. Juga terdapat fasilitas outbond disini, kami pernah mencoba bermain ATV disini, tracknya mantap, pemandangannya mantap. Tak lupa disela sela berendam menghangatkan diri, kami serbu duren yang kami beli di berastagi tadi, ada sekitar 15 buah ukuran sedang kami gas habis sekejap.
Sekitar pukul 18.00 kami cabut dari tempat ini untuk pulang ke medan, di perjalanan kami singgah lagi di Penatapan Bakaran Jagung, karena rasanya kurang afdol ke berastagi tapi gak nongkrong disini, kami singgah di salah satu warung untuk sekedar ngeteh dan makan indomie. 
Hari mulai gelap dan kamipun kembali ke Medan. Sekitar pukul 20.30 kami sampai di Medan.
Sekian perjalanan kami, menarik kan? mau coba?
info: 
mramawanda@gmail.com
ig,twitter: @mramawanda
see yaa next post....

Kamis, 02 Februari 2017

Itinerary Budget Trip Danau Toba dan Sekitarnya

Halo...Di postingan ini, aku akan membagikan itinerary perjalanan aku dan kawan-kawan berlibur ke danau toba. Bagi yang belum baca bisa klik disini


Oke langsung aja yaa
Itinerary Day - 1
Rabu 18/01/16
03.00  Berangkat menuju Pematang Siantar via Tebing Tinggi
06.30  Tiba di Pematang Siantar,
           Keliling - keliling kota Pematang Siantar.
07.00  Sarapan Lontong di Jl. Gereja, P. Siantar
07.30  Menuju Sidamanik
08.00  Tiba di Aek Manik (Pemandian Alam Sungai)
10.00  Menuju ke Kebun Teh Sidamanik,
           Singgah sebentar buat foto-foto.
10.30  Lanjut jalan menuju Parapat via Sidamanik - Jl. Lintas Simarjarunjung
12.00  Tiba di Parapat,
           Makan Siang di RM. Gumarang
12.30  Sholat di Mesjid Raya Parapat
12.45  Menuju Bukit Gibeon, Sibisa.
13.15  Tiba di Bukit Giboen, Sibisa.
13.30  Kembali menuju Parapat
14.00  Tiba di Parapat,
           Sekedar Keliling di Pajak (Pasar) pusat souvenir saja.
14.30  Tiba di Pelabuhan Ferry Ajibata
           istirahat sambil menungu kapal tiba.
17.45  Kapal berangkat
18.30  Tiba di Pelabuhan Ferry Tomok,
           langsung lanjut menuju Tuktuk.
18.45  Tiba di Tuktuk
           Check in di Marysca Guesthouse
20.00  Makan malam
21.00  Tidur

Itinerary Day -2
Kamis 19/01/16
07.30  Check Out dari Marysca Guesthouse
           menuju Pantai Pasir Putih Parbaba, Pangururan.
08.30  Tiba di Pantai Pasir Putih Parbaba
           sekedar foto-foto di pantai
09.00  Lanjut jalan menuju Menara Pandang Tele
09.30  Tiba di Menara Pandang Tele
           Sarapan Popmie
10.00  Menuju Berastagi via Sidikalang - Merek - Kabanjahe
13.00  Tiba di Berastagi
           Makan siang, beli duren untuk dibawa ke Pemandian Air Panas Sidebu - debu
15.00  Tiba di Pemandian Air Panas Pariban, Sidebu-debu
           Berendam di air panas sambil makan duren
17.30  Tiba di Penatapan Doulu Bakaran Jagung
18.30  Kembali menuju Medan
20.00  Tiba di rumah.

Biaya Day-1
- Beli Air mineral cup dan botol masing-masing satu kotak dan perlengkapan mandi
  Rp. 150.000
- Isi angin ban mobil Rp.5000
- Tol Rp. 5000
- Retribusi Masuk Aek Manik Rp. 5000/org x 7org = Rp.25000
                                                           parkir mobil   = Rp.15.000
- Retribusi masuk Bukit Gibeon Rp.10000/org x 7org = Rp.70000
                                                                parkir mobil   = Rp.  5000
- Retribusi Masuk Parapat Rp.0-
  (Gratis karena hari biasa tidak ada petugas yang jaga)
- Tiket Penyebrangan Ferry Ajibata - Tomok 7 orang + mobil = Rp. 135000
- 2 kamar double bed with hot shower di Marysca Guesthouse = Rp. 350000
TOTAL BIAYA DAY-1 = Rp 760.000

Biaya Day-2
- Retribusi masuk Pantai Pasir Putih Parbaba = Rp. 0
  (gratis karena hari biasa tidak ada petugas yang jaga)
- Makan siang di Berastagi = Rp. 106000
- Beli duren = Rp. 100000
- Parkir Pasar buah Berastagi = Rp. 3000
- Retribusi masuk daerah wisata sidebu-debu Rp.4000/org x 7 = Rp.28000
- Retribusi masuk Pemandian Air panas Pariban Rp. 10000/org x 7 org = Rp. 70000
TOTAL BIAYA DAY -2 = 307000

Biaya Rental Mobil dan Bensin
- Satu unit Toyota Grand New Avanza Tipe G = Rp. 350000/hari x 2 hari = Rp. 700000
- Isi bensin full sebelum berangkat = Rp. 235000
- Isi bensin di Parapat = Rp. 100000
Total = Rp 1.035.000

TOTAL KESELURUHAN =  Rp. 2.102.000
Notes : biaya makan yang tidak disebutkan berarti ditanggung masing masing perorangan.

Sekian Itinerary dan budget selama perjalanan liburan kami, semoga bisa membantu buat kalian yang ingin melakukan roadtrip ke danau toba seperti kami. Lumayan murah kan? hehe
See you next post yaa



Kamis, 26 Januari 2017

Catatan Perjalanan Sidamanik - Parapat - Samosir Part 1

“Branda” begitulah sebutan tempat yang biasa ditongkrongin oleh kami-kami mahasiswa di kampus ini. Seperti umumnya di tempat ini kami duduk, makan, minum, kadang ngerjain tugas, kadang numpang colokan, ya gitulah.
Saat itu aku lagi di injury time nya semester 5, jadi waktu itu aku lagi nongkrong di branda sama kawan-kawan seperkuliahan supaya gak dianggap mahasiswa yang kupu-kupu kali aja, hahaha.
Panjang lebar kami kombur-kombur disitu, dan singkat cerita kami berencana untuk jalan-jalan selesai UAS nanti. Semester lalu kami pernah merencanakan untuk berlibur ke Sabang, Aceh. Namun, belum bisa terealisasi karena masalah budget. Dan akhirnya, kami memilih untuk pergi ke Danau Toba (lagi). Padahal liburan semester lalu kami kesitu juga. Tapi kali ini agak berbeda, kami berencana untuk menyebrang ke Samosir dan kembali via Tele, Sidikalang.

Oke langsung saja,
Akhirnya UAS berakhir, dan kami memutuskan untuk berangkat di hari Rabu 18/01. Tentunya dengan budget yang pas pasan kami kutip per orangnya 300rb. Kami pergi bertujuh, Aku, Dwiky, Dega, Wira, Riski, Ibal dan Supri dengan merental satu unit Avanza untuk kami pakai selama dua hari. Kami pergi jam 3 pagi, ngumpul dirumahku di daerah Tanjung Mulia supaya gampang akses masuk tol.

Rute yang kami tempuh di hari pertama
Medan - Tg.Morawa - Tebing Tinggi - Siantar - Sidamanik - Simarjarunjung - Parapat - Tuktuk

Hari Selasa malam, semua dari kami sudah berkumpul dirumahku kecuali ibal yang harus kami jemput besok pagi sekalian berangkat karena dia harus bantuin orang tuanya jualan dulu.
Malam itu kami persiapkan segala yang perlu dipersiapkan. Mobil sudah diperiksa semua kelengkapanya, tekanan angin, bensin, dll. Kemudian kami masuk ke sebuah swalayan untuk membeli stok air mineral untuk persediaan dan cemilan cemilan kecil.
Menunggu jam 3 pagi untuk berangkat, kami mencoba tidur (tidur - tidur ayam kata orang sih) dan akhirnya jam 2 pagi kami bangun untuk prepare, packing dan sekedar bersih bersih.

BERANGKAT!!!
Jam 3 tepat kami berangkat, dari rumahku langsung masuk ke gerbang tol Tg. Mulia, seharusnya langsung keluar di gerbang tol Tg.Morawa, karena harus menjemput Ibal kami keluar di gerbang tol Bandar Selamat untuk menjemput Ibal dirumahnya disekitaran Jalan Bromo. Kami lanjutkan perjalanan dari Rumah Ibal menuju gerbang tol Amplas dan keluar di Tg.Morawa.
Kutancap gas ditemani lagu lagu yang udah kusiapin dlm flashdisk, karena jalan lintas Medan - Tebing yang cukup ramai, alhasil mobil hanya bisa kupacu 40-70 kpj. Azan Shubuh sekitar jam setengah 6 pagi memberhentikan kami di sebuah masjid di daerah Tebing Tinggi untuk menunaikan Sholat. Kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju Pematang Siantar. Matahari belum begitu berani keluar dari sarangnya, kami sudah disambut oleh Gapura selamat datang di kota Pematang siantar. Aku pelankan kecepatan mobil dengan sengaja supaya kami bisa menikmati paginya kota Siantar.
Langit mulai cerah, jalanan mulai diramaikan oleh lalu lalang orang siantar yang beraktivitas, ada yang ke pajak eh pasar :v ada yang ke kantor, dan yang paling banyak anak sekolah.
Jam menunjukan pukul 7, kami masih di siantar, dan lambung sudah mengisyaratkan untuk diisi. Dan kami memutuskan untuk sarapan di warung lontong di Jalan gereja Siantar depan Bundaran. Warung Lontong yang sama saat kami berlibur ke danau toba Semester lalu. Harga dan rasanya lumayan murah dan enak dan yang pasti halal.

LANJUT!!
Selesai isi perut, aku arahkan setir menuju Sidamanik, di Sidamanik ada beberapa tempat wisata alam yang lumayan epic yang bisa disinggahi. Bagi yang belum pernah dan belum tau arah ke sidamanik, dari siantar bisa ambil arah menuju Parapat, Belum jauh meninggalkan kota ada Persimpangan yang ada SPBUnya, nah yang arah ke kanan adalah arah ke Sidamanik.
Tempat wisata yang pertama yang kami singgahi di sidamanik adalah AEK MANIK ,semacam sungai tapi hulunya, airnya jernih langsung dari mata airnya.
untuk mencapai kesini, ambil jalan menuju kebun teh sidamanik, sebelum sampai di kebun teh, jalan membesar dua arah dipisah oleh separator, masuk gang di sebelah kanan yang didepannya ada semacam lapangan gitu.

memang agak sulit akses kesini karena selain memang jalannya kecil, juga petunjuk jalan yang kurang dan hampir tidak ada. Setelah masuk gang kecil itu, ada pertigaan, ambil kearah kanan, kemudian ada pertigaan lagi ambil arah kiri. Nah udah nyampe di tempat parkirnya. Tenang aja, mobil bisa masuk kok, ada tempat parkirnya juga yang lumayan lah. Dari tempat parkir itu kita harus menuruni sedikit anak tangga untuk mencapai ke lokasinya.
Untuk biaya masuknya Rp5000/orang dan parkir mobil Rp15000.

LANJUT...
sekitar jam 10 pagi kami lanjutkan perjalanan menuju kebun teh sidamanik. Kebun teh disini lumayan luas. Kami kesini sekedar untuk foto - foto. Liburan semester lalu kami juga kesini, jadi kesannya udah biasa aja. Sekedar numpang lewat, karena kami berencana lewat jalan ini untuk menuju danau toba melewati simarjarunjung untuk mencari suasana baru.


Sebenarnya di Sidamanik ada satu lagi tempat wisata yang biasa disinggahi wisatawan bila ke sidamanik, yaitu Air Terjun Bah Biak, karena semester lalu kami sudah pernah kesana dan air terjunnya terkesan biasa saja karena gak terlalu besar, jadi kami memutuskan untuk tidak singgah dan langsung melanjutkan perjalanan menuju Parapat, Danau Toba. Jalan ke Parapat dari jalur ini pemandangannya lumayan. Sepanjang jalan kanan kiri perkebunan teh hingga ketemu persimpangan jalan lintas Parapat - simarjarunjung. Mulai masuk jalan lintas simarjarunjung pemandangan makin indah lagi karena sepanjang perjalanan disamping kami tampak danau toba yang membentang luas ditambah panorama Tanjung Unta yang kereeen, tapi kami hanya lewat saja, tidak singgah jadi tidak ada foto disini.

Oke Lanjut lagi...
Jam 12 siang, kami tiba di Parapat, kota dimana konsentrasi wisatawan yang ingin ke danau toba. Sebenernya kalau Parapat ini, kami sudah sering, jadi biasa saja, dan karena di Parapat ini biasa - biasa saja pemandangannya, karena danau toba itu lebih cantik kalau dilihat dari atas, dari kejauhan. Di parapat ini banyak akomodasi dan tempat belanja oleh-oleh, wajar orang rame kesini.
 Tapi kali ini ada yang berbeda di Parapat, ada semacam monumen yang kekinian yang bertuliskan " I love Danau toba". Monumen ini belum lama dibangun, makanya kami merasa agak beda dengan Parapat. Monumen ini terletak di Pantai Bebas Parapat yang letaknya di pinggir Jalan Lintas Sumatera yang kalo kita lewat pasti kelihatan jelas ini monumen. Kami sempat mengabadikan beberapa foto di tempat ini.

Karena kami pergi di hari biasa makanya sepi dan enak buat foto - foto. Karena jam sudah masuk waktunya makan siang, kami mengisi perut kami di rumah makan di pinggir jalan didepan monumen ini. RM Gumarang namanya, tidak terlalu kami rekomendasikan makan disini, harganya kurang bersahabat untuk kita kita yang budgetnya tipis.

Lanjut lagi...
Kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju objek wisata air terjun yang jatuh langsung ke kolam renang, Bukit Gibeon namanya. Tapi sebelumnya kami menyempatkan untuk sholat di Mesjid di Parapat. Untuk ke Bukit Gibeon ini dari Parapat cukup ikuti jalan lintas menuju Balige, kira - kira 16KM dari Parapat ada Gapura selamat datang di sebelah kanan jalan, aksesnya cukup mudah, penunjuk arah yang jelas, tidak seperti di aek manik. Namun jalan masuk ke objek wisatanya lumayan jauh karena harus menuruni bukit, jalan lumayan terjal dan tidak terlalu lebar, tapi jalannya lumayan mulus dan tidak terlalu ramai, jadi oke oke aja.

Begitu sampai di lokasinya, wahhh kami tertegun biasa saja. ternyata tempatnya biasa saja. tak seheboh seperti foto orang orang yang lagi ramai kesini yang banyak kami lihat di instagram. Masuk ketempat ini 10rb/org dan parkir 5rb. Terdapat 3 buah kolam renang dan satu yang langsung dijatuhi oleh air terjun. Air terjunnya kecil sekedar mengalir di tebing gitu, dan kata internet sih air terjunnya itu buatan dari aliran sungai kecil diatas tebing dibelokkan ke kolam renang.
Kami telah mengeluarkan Rp75rb untuk masuk ke tempat ini, dan sesampainya di lokasi, tidak satupun dari kami yang mau turun dan menyentuh sedikit airnya. Disatu sisi tempatnya tidak begitu wahh, disisi lain kawan kawan ini pada ngantuk dan males untuk turun walaupun sekedar foto foto. karena dari tempat parkir ke kolamnya itu harus menuruni anak tangga lagi. Alhasil kami memutuskan untuk cabut dari tempat ini.


foto yang diambil, air terjunya ga kelihatan karena males turun kebawah, kalo mau tau googling aja "Bukit Gibeon" udah banyak kok yang kesana.

AJIBATA!!
Dari Bukit Gibeon tadi, kami putar arah balik lagi menuju Parapat karena kami akan menyebrang ke Samosir lewat sini. Karena kami datang di hari biasa, pedagang oleh - oleh, makanan, dll yang ada di Parapat terlihat sepi, sampai sampai tukang pengutip retribusi untuk masuk daerah wisatanya pun ga ada, jadinya kami masuk gratiss lahh, kan jadi enak hahaha
Gerbang masuk ke Parapat, tidak ada yang jaga, tidak ada pengutip retribusi, masuk aja,, GRATISSS!!!
Karena di Parapat sepi, kami cuma muter-muter sebentar aja disini dan langsung bergerak ke Pelabuhan Ferry. "Ajibata" nama pelabuhannya, aksesnya mudah dari Parapat tinggal ikutin papan penunjuk arah aja kok. Begitu sampai di Pelabuhan, ternyata kapal baru saja berangkat dan kami ketinggalan dan terpaksa menuggu kapal selanjutnya sekitar 3 jam lagi. Kapal selanjutnya berangkat jam 17.45 dan sekarang masih jam 14.30 . Karena aku yang berada dibalik setir dari medan sampe disini dan belum ada tidur, akhirnya kuputuskan untuk merecline jok mobil dan merebahkan badanku untuk melelapkan mata sejam dua jam lumayan menghilangkan kantuk yang kutahan selama perjalanan.
Sekira jam 5 sore, kapal mulai tampak dari kejauhan untuk merapat ke dermaga pelabuhan ini. Akupun langsung menuju loket untuk menebus tiket penyebrangan kami.
total Rp135rb yang kami keluarkan untuk menyebrang ke Tomok, Samosir.

Kapal telah merapat, mobil kami pun mengikut antrian untuk masuk ke kapal. Kapal ferry disini hanya memiliki satu buah pintu, makanya mobil harus masuk ke kapal dalam keadaan mundur supaya lebih mudah keluarnya nanti.


Langit mulai gelap dan kapalpun bersandar di Pelabuhan ferry Tomok. Satu persatu kendaraan diatas mulai keluar dan kembali menginjak daratan. Begitupun mobil kami. Matahari yang sudah masuk kembali kesarangnya membuat kami memutuskan untuk segera mencari hotel untuk istirahat. Langsung kuinjak pedal gas dan kuarahkan stirku menuju Tuktuk, konsentrasinya wisatawan di Pulau Samosir. Sebelum kami berangkat, aku sempat browsing untuk mencari referensi hotel di tuktuk, yang pasti murah, bersih, dan nyaman.

Aku hentikan laju mobil didepan Hotel Marysca, hotel yang ada di referensiku. Kusuruh Dwiky untuk turun dari mobil untuk mengecek ketersediaan, kondisi dan tentunya harga kamar. Dan akhirnya kami sepakat untuk menginap di hotel tersebut untuk satu malam. Kami tebus 2 buah kamar double bed dengan hot shower, tv berbayar, dan non ac dengan harga 350rb. Hotelnya terbilang bagus untuk yang low budget traveller kayak kami ini. Bersih sudah pasti, nyaman apalagi. Juga disediakan dapur untuk tamu yang ingin mengolah makanannya sendiri. Kebetulan disediakan dapur dan disini juga agak susah cari makanan yang muslim dan murah, akhirnya kami memutuskan untuk masak masak ala anak kos hahahhaha,, mie instan adalah penyelamat perut kami malam itu. Supri juru masak kami. Kami serahkan semua sama dia untuk masak, maklum dia anak kos, jadi udah hapal kali cara masak mi instan wkwkw.
Makan mie instan malam hari dengan cuaca dingin dengan pemandangan jalan dan danau di tuktuk dari balkon utama hotel terasa dingin dingin hangat gimana gitu hahaha, tapi ada yang kurang, karena mie instan tanpa nasi putih itu ada kurang kurangnya gitu... jadi kusuruh dega untuk pesan nasi putih dan teh manis hangat untuk menemani mie instan yang terlalu nekad sendiri ini hahaha.
Jarum jam mulai mengarah ke tengah malam, kami semua pun menghabiskan malam kami untuk tidur di hotel tersebut agar badan kembali segar untuk melanjutkan perjalan esok hari.
Bersambung....
NOTE:
Itinerary dan Budgeting akan aku bagikan di next post yaaaa


Rabu, 25 Januari 2017

Hello World! Introducing Myself

Halohalohalo.... the people of the world in front of your own screen!!
Ini postingan pertamaku, and I'd like to introduce myself
oke langsung aja,
Aku Aliandi, awas typo! pake 'i' bukan 'o', jangan disama-samain apalagi dibandingkan soalnya yah taulah udah pasti jauh... hahaha
aku orang Medan, ya jadi beginilah logatku, ngomong pake 'Aku Kau' itu udah biasa.
Sekarang aku gak kerja, pengangguran. Karena gak ada kerjaan jadi kuliahlah aku hahaha
sekarang aku lagi libur setelah UAS semester 5 kemaren. Kuliah di Universitas swasta di Medan dan ngambil jurusan TI.
Aku suka jalan jalan, kayak travelling gitu, tapi dekat dekat aja karena ga ada budget.
Suka merhatiin mobil, kayak review gitu. Ya karena aku juga sering jual-beli mobil bekas sebagai sambilan.
Jadi aku buat blog ini buat lucu lucu aja, nulis-nulis siapa tau bisa dipasangin adsense wkwkwk
jadi nanti aku nulis tahapa hapa lah pengalaman aku di blog ini. jadi buat kelen yang baca selo-selo aja gausa pala apa kali, oke?
Sekian-